Puisi
Kata mu bercinta dalam puisi itu indah.
Lalu aku masuk diam-diam ke dalam kamar yang diam.
Sepi. Bisu.Tidak ada yang indah.
Ku cari api lalu kata menyambar. Wuuus.
Masih sepi. Bahkan kaku menghantam.
Perlahan ku rapatkan raga ke pojokan kamar.
Tak ku temui keindahan.
Hanya dinding-dinding kamar yang retak menatapku kosong.
Lagi lagi sepi yang menghampiri.
Lalu seperti apa indahnya cinta ini?
Ku labuhkan hati pada kertas ini.
Berbicara lewat potonga tinta hitam.
Aaah, tidak ada ubahnya.
Hanya menambah pedih hati melihat sepi.
Kemarilah. Aku juga ingin bercinta bersamamu. Bersama puisi.
Bandung, Agustus 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar