Bertahan sampai pukul 4 habis bersamaan
dengan matinya hari.
Keranda kosong betebaran. Menanti waktu gelap.
Menebar jala di jalanan.
Barangkali kerikil-kerikil busuk menjadi santapan manis
di kala nasi tak bisa di tanak lagi.
Omong kosong dengan mu.
Kata-kata patut habis di makan anjing.
Ah sedang anjing jijik menatapmu.
Layaknya buronan, lebih baik diam, raib.
Sel-sel besi menjadi teman. Matilah kau.
Aku, Sedang bunga pukul 4 enggan beranjak.
dengan matinya hari.
Keranda kosong betebaran. Menanti waktu gelap.
Menebar jala di jalanan.
Barangkali kerikil-kerikil busuk menjadi santapan manis
di kala nasi tak bisa di tanak lagi.
Omong kosong dengan mu.
Kata-kata patut habis di makan anjing.
Ah sedang anjing jijik menatapmu.
Layaknya buronan, lebih baik diam, raib.
Sel-sel besi menjadi teman. Matilah kau.
Aku, Sedang bunga pukul 4 enggan beranjak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar