satu dua berputar.
tapi kaki kapan bergerak?
kaku membisu.
tanah menggeliat melihat tingkah bocah
kapan akan berlari?
sampai tanah berkubang kau tak akan maju.
lantas, mengapa diam saja menatap kering nya peluh?
Bandung, 26 Maret 2013
sebuah proses perjalanan seorang wanita sederhana. bahwa hidup adalah "perjalanan tiada akhir"
Selasa, 26 Maret 2013
Boleh aku?
boleh aku berdagang kata?
jualan ku tak ada lakunya.
barang jasa habis ku jajakan
entah kemana larinya.
kata tak ada habis.
boleh aku menjajakan kata?
suaraku mungkin parau.
tapi kata ku tidak akan mati.
Bandung, 26 Maret 2013.
jualan ku tak ada lakunya.
barang jasa habis ku jajakan
entah kemana larinya.
kata tak ada habis.
boleh aku menjajakan kata?
suaraku mungkin parau.
tapi kata ku tidak akan mati.
Bandung, 26 Maret 2013.
Tapal Batas
Tapal Senja
Sudah separuh usia tanah kita jalani
Berdua. Bersama.
Menginjak ilalang, bermain di padang rumput.
Sayang, sekali kita berlari.
Di tepian pematang sawah. Riak air bersenandung mesra.
Hamparan hijau memungut cinta, seperti aliran air derasnya. Seperti alunan kasih yang kita dendangkan.
Sekali waktu ak pernah bermimpi,
Mendayung perahu bersamamu, melewati tepian asa.
Biar biar arus membawa kita tenggelam,
Ke dalam luasnya cinta yang kita tanamkan.
Agar kau paham, sederhanakah kasih ini?
Ini segenggam waktu yg kita pegang. Erat.
Seperti senja matang bersama malam, kau bisikkan kata cinta. Ku
sampaikan pada angin membawa doa. Mendekap mu melekat dalam kasih. Di
tapal Senja, ku hembuskan rinduku.
Majalengka, Maret 2012.
Minggu, 03 Maret 2013
Jarak
Selamat malam kesayangan. Selamat bermimpi indah :)
Seharian kita habiskan berdua. Hehee. Bahagia kali ak. Bahagiakah kau? Semogaa saja yah. Banyak waktu yang kita habiskan bersama tapi tak sepenuhnya dinikmati. Kenapa? Jarak? Seharusnya kita sudah bisa berdamai honey. Sudah lama kan keadaan memaksa kita belajar? Jangan perkarakan jarak. Bukankah jarak yang menjadikan kita utuh bahkan mampu memecah-mecah segala rasa? Semoga kau pahamkan rasa. :) Semampu ku sekuat yang ku bisa untuk selalu ada disampingmu. Mengasihimu sayang.
Jarak dan waktu seolah tak habis2nya menekan kita. Pencobaan atau kelayakan ujikah yang sedang kita jalani? Atau ini seperti sebuah proses panjang yang harus kita ikuti sebelum akhirnya pertemuan terakhir mempersatukan kita dalam naungan yang lebih suci? Bagaimana cara pandang kita memaknainya sayang, kita sudah lebih dari dewasa menyikapi hal ini.
Aku rindu, kau juga. Rindu yang berjuta2 kali lipat kita timbun setiap waktu. Jenuhkah kau pada ketidak hadiran? Tolong bersabarlah dalam proses ini. Ak tau dan sangat paham. Kehadiran adalah titik puncak kerinduan. Dan lagi-lagi kita harus menekan-nekan rasa untuk sampai pada tahap itu. Sayang bukan perkara mudah. Anggap saja kita seperti terpisah dalam dua kapal di samudera yang luas, pastikan kita tetap bermuara pada satu dermaga yang abadi yang kita komitmenkan dalam hunbungan sederhana ini :)
Aku mengasihimu. Sederhana dan tidak butuh berjuta2 tulisan untuk menjelaskan nya. Kita sudah belajar bahasa nonverbal, bahasa tanpa kata. Seperti itulah pembelajaran dalam perjalanan kita ini. Jangan kalah dengan keadaan, jangan lemah ditikam jarak, jangat mati dihempas waktu. Sebab kita kuat dalam ikatan bermata tali kasih ini.
Aku mengasihimu.
Selamat malam.
Yours :)
Seharian kita habiskan berdua. Hehee. Bahagia kali ak. Bahagiakah kau? Semogaa saja yah. Banyak waktu yang kita habiskan bersama tapi tak sepenuhnya dinikmati. Kenapa? Jarak? Seharusnya kita sudah bisa berdamai honey. Sudah lama kan keadaan memaksa kita belajar? Jangan perkarakan jarak. Bukankah jarak yang menjadikan kita utuh bahkan mampu memecah-mecah segala rasa? Semoga kau pahamkan rasa. :) Semampu ku sekuat yang ku bisa untuk selalu ada disampingmu. Mengasihimu sayang.
Jarak dan waktu seolah tak habis2nya menekan kita. Pencobaan atau kelayakan ujikah yang sedang kita jalani? Atau ini seperti sebuah proses panjang yang harus kita ikuti sebelum akhirnya pertemuan terakhir mempersatukan kita dalam naungan yang lebih suci? Bagaimana cara pandang kita memaknainya sayang, kita sudah lebih dari dewasa menyikapi hal ini.
Aku rindu, kau juga. Rindu yang berjuta2 kali lipat kita timbun setiap waktu. Jenuhkah kau pada ketidak hadiran? Tolong bersabarlah dalam proses ini. Ak tau dan sangat paham. Kehadiran adalah titik puncak kerinduan. Dan lagi-lagi kita harus menekan-nekan rasa untuk sampai pada tahap itu. Sayang bukan perkara mudah. Anggap saja kita seperti terpisah dalam dua kapal di samudera yang luas, pastikan kita tetap bermuara pada satu dermaga yang abadi yang kita komitmenkan dalam hunbungan sederhana ini :)
Aku mengasihimu. Sederhana dan tidak butuh berjuta2 tulisan untuk menjelaskan nya. Kita sudah belajar bahasa nonverbal, bahasa tanpa kata. Seperti itulah pembelajaran dalam perjalanan kita ini. Jangan kalah dengan keadaan, jangan lemah ditikam jarak, jangat mati dihempas waktu. Sebab kita kuat dalam ikatan bermata tali kasih ini.
Aku mengasihimu.
Selamat malam.
Yours :)
Langganan:
Postingan (Atom)