Rembulan
pun kini tak bening lagi |
ketika kau pergi dan berucap "ak tak akan
meninggalkanmu" |
Ya, itu katamu malam kemarin. |
Rembulan tepat di
antara kita. |
Kau bergegas pergi. |
Padahal malam, masih erat
mendekapmu. |
Ah sudahlah. |
Lalu aku berjalan. |
Setelah kita berpisah
dipersimpangan. |
Ku balikkan badan. |
Menikmati panorama mu sampai
hilang d ujung jalan. |
Lenyap disapu malam. |
Begitupun, malam
matangnya selalu mampu menyamarkan segala rasa.
Bandung, November 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar