Kamis, 29 November 2012

Malam Mengering

Rembulan pun kini tak bening lagi | 
ketika kau pergi dan berucap "ak tak akan meninggalkanmu" | 
Ya, itu katamu malam kemarin. | 
Rembulan tepat di antara kita. | 
Kau bergegas pergi. | 
Padahal malam, masih erat mendekapmu. | 
Ah sudahlah. | 
Lalu aku berjalan. | 
Setelah kita berpisah dipersimpangan. | 
Ku balikkan badan. | 
Menikmati panorama mu sampai hilang d ujung jalan. | 
Lenyap disapu malam. |
Begitupun, malam matangnya selalu mampu menyamarkan segala rasa.

Bandung, November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar