Padamu, sebaris doa
yang selalu ku bawa sebagai permohonan paling mulia padaNya.
sebagai ungkapan tulus yang paling dalam dari gadis setengah matang ini.
Padamu, sebait kata
yang selalu menjadi pembakar semangat ketika hidup menekan mu begitu keras.
ketika tidak ada tempat untuk berbagi.
ketika tidak ada ruang untuk membuang sakit.
ketika tidak ada hamparan untuk menghempaskan lelah.
ketika tidak ada tangan untuk menghapus air mata.
ketika tidak ada hati untuk bersandar.
ketika tida ada jiwa untuk mendekap.
ketika tidak ada pundak untuk sekedar melepas pilu.
Padamu, sepenggel cerita
ketika pagi-pagi buta terbangun dari indahnya mimpi untuk menjemput janji indah hari ini.
ketika siang terik membantingkan semua raga untuk memungut bungkusan pengharapan yang dititipkan untukmu.
ketika senja menjumpaimu bersenandung lembut melagukan nyanyian kehidupan ini.
ketika malam kembali menjemput, menutup hari. satu lembar kehidupan telah selesai.
Padamu, segalanya.
Ketika kata begitu indah untuk dirangkaikan
melodi begitu merdu untuk dilantunkan
tak ada yang lain, padamu segalanya.
Padamu yang terindah Mama.
ketika semuanya begitu sempurna kala tangan kasihmu merajutnya.
Padamu Mama, dan tak akan ada lagi melebihi segalanya.
Selamat hari Ibu wanita terhebat ku seantero jagad raya ini.
tidak ada yang seperti engkau.
tidak ada seputih cintamu, tulus mengasihiku,
tidak ada seteger batinmu melawan kerasnya hidup ini,
tidak ada sekuat keyakinan mumempercayakan janji kehidupan yang lebih baik,
tidak ada yang seperti engkau.
satu-satunya yang teramat mengasihiku.
Selamat hari Ibu wanita superku.
yang selalu ada dalam barisan kobaran semangatku
yang selalu mengisi ruang-ruang rinduku
yang selalu menjadi alasanku dalam perjalanan ini
yang selalu ada dan tetap ada di sampingku
menemaniku, mengarahkanku,
yang memberi kepercayaan penuh kepadaku, meyakinkan aku bahwa aku layak.
Selamat hari Ibu wanita cantikku.
yang terbaik segalanya ku peroleh darimu. Terima kasih untuk segala sesuatunya.
terimakasih Bapaku, untuk seorang Mama yang hebat seperti beliau. Aku mengasihi beliau. Sangat.
with Love
your beloved daughter.
sebuah proses perjalanan seorang wanita sederhana. bahwa hidup adalah "perjalanan tiada akhir"
Selasa, 20 Desember 2011
Flamboyan
Menangis,
benarkah akan melegakan segala yang menyesakkan?
seperti ini lagi. berlarut. kembali berputar.
sepertinya masih melekat dalam pikiranku.
apa yang tertancap? apa yang bisa dipakai untuk menariknya lagi?
aku menerka, membacanya sendirian lagi.
lalu aku gentar, bingung dalam arena ku sendiri.
pertanda apakah ini?
adakah semua diluar kendaliku?
adakah tekanan terlalu kuat menekanku?
bernafas satu satu.
melangkah tertatih.
namun tetap semampu jiwa berada dalam garis.
lalu berjalan lagi, mengutuki kerikil jalanan
menghina kicauan burung sepanjang jalan.
di mana benang merah?
padaku kah?
padamu kah?
atau pada kenangan belakang yang menghantarkan aku pada hari ini?
lantas pantaskah menyalahkan yang tak terlibat?
kota kembang Desember 2011
pada langit yang ku cinta
dan senja yang ku puja.
benarkah akan melegakan segala yang menyesakkan?
seperti ini lagi. berlarut. kembali berputar.
sepertinya masih melekat dalam pikiranku.
apa yang tertancap? apa yang bisa dipakai untuk menariknya lagi?
aku menerka, membacanya sendirian lagi.
lalu aku gentar, bingung dalam arena ku sendiri.
pertanda apakah ini?
adakah semua diluar kendaliku?
adakah tekanan terlalu kuat menekanku?
bernafas satu satu.
melangkah tertatih.
namun tetap semampu jiwa berada dalam garis.
lalu berjalan lagi, mengutuki kerikil jalanan
menghina kicauan burung sepanjang jalan.
di mana benang merah?
padaku kah?
padamu kah?
atau pada kenangan belakang yang menghantarkan aku pada hari ini?
lantas pantaskah menyalahkan yang tak terlibat?
kota kembang Desember 2011
pada langit yang ku cinta
dan senja yang ku puja.
Kamis, 08 Desember 2011
Ku satukan lagi :)
Potongan-potongan yang menjadi utuh ketika seluruh kekuatan ditumpahkan padanya.
Sepertinya malam selalu memberi celah2 untuk dapat kita tembus. Aku takut aku semakin bertahan, aku takut aku tak mau beranjak, aku takut. Namun di atas ketakutanku ada keyakinan yg memberi keyakinan untuk tetap ada. Lalu aku harus bagaimana kah? Berlarikah? Tolong aku. Akhir seperti apa yang ingin malam berikan? Seperti inikah? [malam malam berdentang]
Sudahkah aku memberitahu kamu hari ini bahwa aku sungguh mengasihimu? ^_^
Ada potongan kecil yang sedang terjadi di belakang sana. Tidak terlalu sulit untuk merangkai2nya, tapi tak ada celah terbuka yang diberikan untukku. Mampukah berjalan sendiri? Dalam alur yang dibangun pun sendirian itu?
Kesempatan. Sekecil apapun itu, pasti ada ruang untuk memenangkannya. Terbentang bak hamparan laut membiru di hadapan, bersiapkah memungutnya?
["Terlalu lama maka semakin terasa hambar kenangannya, hilang rasa spesialnya. Jauh lebih menyenangkan menyimpan sepotong kejadian yang hanya melintas terjadinya. Itu akan membuat penasaran mengenangnya, bukan? Dibandingkan kejadian yang kita rekam, yang kita lihat berkali-kali. Tidak ada celah untuk membayangkan kembali kenangan itu" Sunset bersama Rosie]
Desember
harus seperti inikah?
tertatih aku merangkai setiap potongan-potongan di hari kemarin.
pagi yang gundah, siang yang tak bersemangat, malam yang menyesakkan.
harus seperti inikah jadinya??
aku tau, satu kesalahan yang sudah aku lakukan.
lantas tak ada kesempatan untuk kita memperbaikinya lagi?
mengulang semuanya?
menjadikannya berawal dan menenun sesuatu yang baru?
tertatih aku merangkai setiap potongan-potongan di hari kemarin.
pagi yang gundah, siang yang tak bersemangat, malam yang menyesakkan.
harus seperti inikah jadinya??
aku tau, satu kesalahan yang sudah aku lakukan.
lantas tak ada kesempatan untuk kita memperbaikinya lagi?
mengulang semuanya?
menjadikannya berawal dan menenun sesuatu yang baru?
Langganan:
Postingan (Atom)
