Kamis, 29 November 2012

Malam Mengering.

Pun malam kian mengering. | 
Angin saja tetap berlalu menatap kebekuan. |  
Sampai malam. | 
Kau tanya aku. | 
"Baik?" | 
Masih baikkah aku dalam balutan luka yang mengarat? | 
Rintih batin.
Malam, tinggal kita.
Hanya kita yang tetap asik dalam percakapan tanpa suara. | 
Hening. | 
Sebelum betul-betul tengah malam. | 
Sebelum kita pulang. | 
Dalam diam. | 
 Kubisikkan pada angin satu nama. | 
Dan angin akan memeluk satu nama. | 
Namamu. | 
Dalam tidurmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar