Pun
malam kian mengering. |
Angin saja tetap berlalu menatap kebekuan. |
Sampai malam. |
Kau tanya aku. |
"Baik?" |
Masih baikkah aku dalam balutan luka yang mengarat? |
Rintih batin.
Malam, tinggal kita.
Hanya kita yang tetap asik dalam percakapan tanpa suara. |
Hening. |
Sebelum betul-betul tengah malam. |
Sebelum kita pulang. |
Dalam diam. |
Kubisikkan pada angin satu nama. |
Dan angin akan memeluk satu nama. |
Namamu. |
Dalam tidurmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar