Bunda,
apa kabarmu? Apa kabar serumpun bunga anggrek yang kita tanam di
halaman kala aku menghabiskan sisa liburanku kemarin? Bagaimana dengan
bayi kecil kita yang selalu mengusik tidur malammu? Adakah semuanya
menanti kepulanganku?
Bunda, aku di sini baik-baik saja. Berbekalsetonggak nasehat yang kau tancapkan, kandas di hatiku. Aku masih terus berbenah.
Bunda, aku selalu ingat. Kau sering bersenandung, bilang anak manis tak
boleh menangis, sesulit apapun jalan ini, air mata tak akan pernah
menjadi celah penyelesaian. Anak manis tak boleh menangis. Anak manis
harus kuat. Anak manis harus tangguh. Kau anak manis kesayanganku,
tetaplah tersenyum. Bunda selalu ku dekap, senandungmu dikala jalan ini
seakan menusuk. Kata-katamu Bunda, seperti semilir angin. Menjadikan
segalanya damai.
Bunda sedang
apa kau? Mungkin sekarang kau sedang didepan kelasmu. Dengan seragam
kebangganmu. Aku pastikan kau sangat cantik hari ini. Bunda, Aku sedang
di depan meja kerjaku. Menanti jam pulang. Tapi berkas-berkas ini
mengganggu kepalaku, merengek. Aaah sedang ak tak pernah merengek kepada
Bundaku.
Bunda, nanti aku pulang. Setelah ku selesaikan perjalananku ini. Aku rindu, Bunda. Adakah kau selalu merindukanku?
Jakarta, 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar