Jumat, 30 November 2012

Bunda...

Bunda, apa kabarmu? Apa kabar serumpun bunga anggrek yang kita tanam di halaman kala aku menghabiskan sisa liburanku kemarin? Bagaimana dengan bayi kecil kita yang selalu mengusik tidur malammu? Adakah semuanya menanti kepulanganku?

Bunda, aku di sini baik-baik saja. Berbekalsetonggak nasehat yang kau tancapkan, kandas di hatiku. Aku masih terus berbenah.

Bunda, aku selalu ingat. Kau sering bersenandung, bilang anak manis tak boleh menangis, sesulit apapun jalan ini, air mata tak akan pernah menjadi celah penyelesaian. Anak manis tak boleh menangis. Anak manis harus kuat. Anak manis harus tangguh. Kau anak manis kesayanganku, tetaplah tersenyum. Bunda selalu ku dekap, senandungmu dikala jalan ini seakan menusuk. Kata-katamu Bunda, seperti semilir angin. Menjadikan segalanya damai.

Bunda sedang apa kau? Mungkin sekarang kau sedang didepan kelasmu. Dengan seragam kebangganmu. Aku pastikan kau sangat cantik hari ini. Bunda, Aku sedang di depan meja kerjaku. Menanti jam pulang. Tapi berkas-berkas ini mengganggu kepalaku, merengek. Aaah sedang ak tak pernah merengek kepada Bundaku.

Bunda, nanti aku pulang. Setelah ku selesaikan perjalananku ini. Aku rindu, Bunda. Adakah kau selalu merindukanku?

Jakarta, 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar