Kamis, 21 Februari 2013

Rumah Kita






Satu dua anak berlari di pinggiran rumah.
Melagukan lagu kasih.
Sayang di sinilah.
Akan ada tawa, tangis yang kita habiskan. Berdua. Bertiga berempat bersama boach-bocah kebanggaan.
Sayang di sinilah.
Kita bangun kedamaian dalam gubuk kecil.
Ketika lelah mencambuk jiwa,
Ketika pupus menyerang segala asa.
Sayang, di sinilah. Di rumah ini akan kau temukan ketenangan jiwa. Bersamaku. :)
Di rumah inilah akan kita habiskan banyak sekali perjalanan hidup. -Lelaki Terkasih :)

Senin, 18 Februari 2013

Kabut

Kau tanya pada angin sekuat apa dia.
Seketika badai datang, dan kau tak sanggup berkata apa.
Itulah cara sederhana untuk mengenal Semesta.

Majalengka, 18 Februari 2013

Lelaki Terkasih, 2

Untuk lelaki terkasihku. Lagi. Meski berjuta kata tak mampu menuliskan tentang engkau, tapi aku dalam segala kekuranganku akan selalu bercerita tentangmu. Sebab separuh perjalananku adalah engkau, Lelaki Terkasihku. :)

Aku sebutkan, aku hanya memiliki satu cara sederhana untuk tetap mampu menyandingmu. Di tengah gilanya tekanan dunia, berusaha tetap berdiri. Kokoh di sampingmu.
Sayang, Kau hebat. Dunia mengakui itu. Semesta juga bersabda bahwa kau seorang lelaki tangguh. Namun mengapa tekanan malah menghadangmu dari dalam dirimu sendiri? Ahh kau tak cukup jeli melihat berjuta cahaya kejayaan dalam dirimu. Sayang, aku tidak sedang menggombal dengan kata-kata ini. Karena kau paham, bagiku gombalan tak ubah seperti daging kotor di tepi jalan. Cepat saja habis rasanya ditelan anjing.

Kau memiliki aku. Keberadaanku di dalam kita itulah yang sedang kupertegas, agar kau paham bahwa dalam langkahmu kau tidak pernah sendirian. Aku. Dengan segala cara yang ku punya selalu bertahan disampingmu. Memberikan genggaman tererat yang bisa ku berikan agar kau lihat kau tidak sedang berjalan sendiri menghalau jalan ini. Kita bersama, sayang. Seperti inilah aku. Ada bukan untuk memberikan tekanan kepadamu, namun menyediakan hati sebesar kekuatan yang kau butuhkan untuk bertahan. Boleh saja dunia menekanmu, tapi kau punya aku dengan segala dukungan yang kusediakan untukmu agar kau paham sejatinya ada satu orang setidaknya berdiri disampingmu merangkulmu, menemani setiap jalanmu. Sesederhana apapun cara yang ku lakukan, ku nyatakan keberadaan ku di dalam kita untukmu. Berlarilah kasih, jalan terlalu panjang jika kau penuhi dengan kepedihanmu. Dunia tidak butuhkan itu, dunia rindukan ketangguhan dan pikiranmu yang gila. :)

Lelaki Terkasih :)

Kamis, 14 Februari 2013

LELAKI TERKASIH

Selamat pagi lelaki terkasih. Kesayanganku. Entah ini kali berapa pagi yang aku habiskan bersamamu. :) Aku rindu. Merindukanmu selalu istimewa. Tak akan pernah habis sebab kehadiranmu tak lebih seperti nafas yang aku hembuskan. :)

Selamat pagi sayang. Semoga selalu dalam keadaan utuh. Utuh dalam jalinan kasih yang kuat di antara kita. Dengan wanita yang sedang berbenah inilah kau habiskan waktu, berproses sampai kematangan jiwa kita miliki. Terus berbenah tidak aku, tidak kau tetapi KITA. Menjadi satu :D

Aku ingat malam kemarin. Aku belajar banyak. Banyak sekali. Semoga kau pahamkan keputusanku. Bukan perkara mudah memberikan keputusan yang benar-benar aku berpikir berjuta kali untuk mengucapkannya, tapi aku percaya kasih. Hanya memberikan ruang bebas untukmu di antara ruang yang sedang kita bangun. Agar kau tidak kesesakan. Untuk itulah aku ada, memberi hati sebesar hati yang kau butuhkan untuk menanggung beban. :)

Kita juga bercerita tentang hari esok. Betapa banyak mimpi dan rencana-rencana besar yang kita rancangkan. Sebelumnya aku tidak ada teman melakukan ini. Tidak sekedar kata-kata yang kita tebar pada langit, namun lebih dari sekedar harapan. Pasti Semesta sudah mencatat semuanya itu sayang dan kelak menghadiahkannya untuk kita. Percayakan? :D Cukup kan Semesta mencatat, jangan sampai orang-orang merusak konsep yang kita rancang. Seperti itu kan katamu? :D

Membangun dari dasar, memasang pondasi yang kuat agar tidak rapuh, memberikan penyangga yang kokoh agar tidak jatuh, menyediakan taman berbalut bunga melengkapi kesempurnaan indahnya kisah ini. Tak lupakan doa menjadi kekuatan paling besar di dalamnya. :)

Seperti doa yang kita naikkan bersama "Terimakasih Tuhan kau ciptakan dia untukku." Seperti itulah, aku senantiasa mengucap syukur pada Allahku karenamu.

Semoga kita tidak pernah letih untuk berlari bersama sayang, sebab genggaman tangan kita sanggup membawa kita lari bersama. Jauh. Sejauh mimpi kita. :)

-Wanitamu yang sedang belajar dan berbenah diri untukmu. :)

Aku mengasihimu, 2007 :)

Majalengka, 15 Februari 2013. :)