Minggu, 07 April 2013

Kasmaran

Merah-merah bermain api
Terbakar hati melihat polesan mata teduh
Kita pernah bersisian di simpang jalan
Ujung mata bergetar, hati berbicara
Asmarakah yang bergelora?

Kicauan unggas menyiratkan makna
Aaah indahnya lekuk jantung ang berdegup kencang
Sanggupkah lara menyapa?
Tali kasih kian menjerat
Pesona merah semakin membara

Dara, bolehkah diri menyapa?
Agar luruh segala rasa. Agar tumpah segala kata.
Kita bersisian di persimpangan
Adakah jalan mendekap cinta?

Bandung, Maret 2013

Di sore hari.

Cukup. Sudah cukup.
Setelah kering air ditanak dalam tungku keruh.
Paksakan sampai habis semburan api,
tak jua mendidih.
Pun mata perih,
Tandas disiram abu yang mengambang ke udara.
Ke mana perginya serbuk serbuk api yang tersisa di kala petang menanak air?

Bandung, 07 April 2013