Ini di suatu pagi. Dan aku mengingatmu. Bukan karena pagi ini istimewa, namun karena kau mengistimewakan setiap waktu yang ada.
Lelaki yang ku kasihi.
Pukul 01.00
Aku terbangun dan mulai menyuratkan kata perkata ini dalam catatan harian yang selalu ku dekap. Tentangmu.
Sayang, pastikan kau sedang lelap bersamamu malammu.
Sadarkah dari sini aku sedang "menggambarkanmu"?
Aku kah yang sedang ada bersama mimpimu?
Aku kah yang ada dalam nafas yang kau tarik malam ini?
Sayang, sedang aku mata pun tak jua lelah.
Menatap mu dari kejauhan sini.
Berteman dentang jam dinding si atas kepalaku.
Aku masih melukismu dalam selembar kertas ini.
Sayang, lelaki yang kubanggakan.
Yang selalu menjadi tujuan tergilaku diakhir nanti.
[aku yakin kau pasti marah bila kau tau ini]
Bersamamu ku pastikan aku bahagia.
Bagai sepasang mempelai di atas pelaminan.
Kau tau sayang? Bahagia ku melebihi itu.
Tapi tak akan ada seorang pun yang tahu.
Karena bahagiaku hanya milikku saja.
Sayangku yang ku kasihi.
Kali berapa dengkur yang sudah kau hembuskan malam ini?
Pertanda lelahkan menhadang hari?
Atau seumpama melodi yang menemanimu mengusik malam?
Hehe kau tau? Bagiku dengkurmu lagu pengiring tidur sepanjang malam.
Dan aku suka membiarkan malam ku habis menatapmu sampai larut,
Lelap dalam dekapan tidurmu.
Sayang, terlalu dini.
Dan aku paling suka menemanimu tidur.
Menghabiskan malam berdua.
Bercerita tentang waktu-waktu terpisah yang kita genggam di hari kemarin.
Mengemasnya dalam perjalanan yang hendak kita satukan.
Membawa masing-masing potongan kisah yang hilang.
Menjadikannya satu. Utuh, bersamamu.
Pahamkan sayang? Kau tau aku gila sendirian tanpamu.
Sayangku, tak tau sudah berapa menit yang kuhabiskan untuk melukiskanmu.
Kau masih lelap saja ternyata.
Tidak terusik dalam goresan tintaku.
Kau memang raja tidur yang pernah ku kenal.
Sayang, semua yang terbaik selalu kuberikan.
Menjadi wanitamu yang luar biasa itu yang selalu ku lakukan.
Kau tau? Hampir aku lupa berbuat untuk diriku sendiri.
Hampir aku lupa, aku sedang berbenah diri.
Karena semua yang kulakukan untuk menjadi yang terbaik untukmu.
Berbenah diri. Berlari meski aku tau kau selalu menggandeng ku.
Menggenggam tanganku, erat. Berjalan bersama.
Menyetarakan langkah.
Agar aku mampu bersanding seimbang denganmu.
Sayang, masih lelapkah?
Masih aku kah yang ada bersamamu dalam malammu?
Agar aku bisa menyusulmu.
Dan kita bermimpi tentang hari.
Tentang esok.
Tentang kita.
Bandung, 3 November 2012.
Yang terkasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar