Ini malam seribu bintang.
Entah malam ke berapa yang ku habiskan
Setelah memekarkan sebuah ruang
Beratap kasih yang terukir
Dan kisah singkat yang teralaskan di dalamnya.
Menatap elok kepada pemilik mata elang.
Pun tak tau akan berujung seperti apa kelak.
Ku titipkan bingkaian taman kasih
Berbalut dongeng-dongeng penyempurna kata.
Tak terusik. Dari seberang yang menenggelamkan suara.
Tetap rintih menanti datangnya semburat merah.
Meraih tangan, menopang dagu yang tak terkendalikan.
Gelora yang berkecamuk di dalam sukma.
Seperti api berteriak di dalam sekam.
Seruan dari dalam. Lolong panjang pemberi pertanda.
Tak jua mengerti. Sedang pikir semakin jauh menepi.
Dari sebuah ruang yang bernama Hati.
Ku bungkus kasih berbalut sayang.
Ku lemparkan ke tengah lautan.
Biar jauh di bawa pergi.
Hingga tiba di peraduan terakhir.
Bandung, 7 November 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar