dan aku mulai gelagapan
dengan kertas-kertas buram yang berserakan.
mengapa tak kau tanggalkan saja kasutmu
dan kita mulai bermain peran?
Apa peduli dengan kata orang.
Omong kosong dengan petuah.
Tak usah hirau burung gereja bernyanyi.
Telan bersama darah hingar bingar.
Laut dan tanah saja mencibir.
Sudah masuk saja dalam panggung hitam.
Pun
orang tak mengenalmu.
Mainkan saja peran.
Mulai kumandangkan narasi.
Sandiwara sudah kau kenakan?
Kepalsuan sudah kau pasang erat?
Mari,
marilah.
Kertas kertas buram menganga.
Peran ini memang pantas buatmu.
Gegaskan.
Panggung sudah penuh keluh, gundah, tawa, dan maki.
Lakon kan
peranmu.
Ini panggung Sandiwara.
Jangan adukan dengan duniamu.
Ini panggung Sandiwara.
Sandiwara menjadi Sutradara.
Siap kah kau bermain?
Peran ini memang pantas buatmu.
Bandung, 5 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar