Senin, 10 Desember 2012

Karena Kita Bebas!


Kita bebas!
Serukan erat dalam nadimu.
Bukan dengan ikatan bazoka yang mengarat.
Bukan dengan dentuman senapan yang memburu.
Kita bebas!
Suarakan sampai bergema.
Biar luruh segala gentar.
Ini era berbeda.
Bambu sudah usang, mungkin saja sudah diabadikan.
Kita tak butuh perang untuk menang.
Kita tak perlu darah untuk bertahan.
Kita perlukan kekuatan untuk bangkit.
Berguru pada sejarah yang menghitam.
Meninggalkan nafas. Pun berlari mengejar.
Kita masih punya pena dan carikan kertas.
Walau hampir mengusang.
Pengganti bambu runcing untuk hidup.
Percuma merah mengalir bersama darah.
Putih menancap lekat pada daging.
Jika jiwa tak ada ubah dengan bangsa tindasan.

Kita bebas!
Menyuarakan suara. Mengumandangkan diri kita.
Jangan mau ditindas dalam kekalahan.
Kita bebas!
Bebas bercerita. Mengangkat muka. Berderajat dalam barisan.
Memandang dunia. Menjadi besar di dalamnya.
Jangan lengah dalam abad yang semakin mendera.
Di manja zaman yang tak menentu kalang.
Pun terlupakan segala sirna menyembunyikan lara.
Kita masih punya utang yang tak terlunaskan.
Membuka tanah, menanam benih untuk dituai.
Jangan kalah dengan era ini.
Sisihkan ruang menderu dalam udara.
Bukakan rongga untuk menghembuskan kebebasan.
Sura-sura asing bisa mencekik.
Mematikan langkah.
Lepaskan saja peluru ke angkasa.
Biar asa ditebar dalam haru biru yang menganga.
Biar gemuruh menandai kegilaan.
Biar tanah bergetar oleh derap langkah serdadu masa kini.
Karena kita bebas!
Kita bebas dalam dunia.


Bandung, 2012
Octavia Nasution.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar