Rabu, 05 Desember 2012

Ego

"Kau saja marah, dikala burung tak bernyanyi lagi.
Di kala tak ada alunan di pagi buta.
Bagaimana dengan aku?
Menjamahmu dalam hening.
Sedang kau riuh dalam dunia mu sendiri.
Seperti tak tak terjelmakan kah aku olehmu?
Pun aku, bagaimana tidak ternaikkan pitam menghitam dalam dada?
Ketika riuh nada bersahut-sahutan tak ada syair yang kau naikkan.
Malam merindumu. Mendengar senandung di bawah temaram rembulan.
Begitupun aku. Merindumu. Merindu lafasmu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar