Minggu, 03 Maret 2013

Jarak

Selamat malam kesayangan. Selamat bermimpi indah :)

Seharian kita habiskan berdua. Hehee. Bahagia kali ak. Bahagiakah kau? Semogaa saja yah. Banyak waktu yang kita habiskan bersama tapi tak sepenuhnya dinikmati. Kenapa? Jarak? Seharusnya kita sudah bisa berdamai honey. Sudah lama kan keadaan memaksa kita belajar? Jangan perkarakan jarak. Bukankah jarak yang menjadikan kita utuh bahkan mampu memecah-mecah segala rasa? Semoga kau pahamkan rasa. :) Semampu ku sekuat yang ku bisa untuk selalu ada disampingmu. Mengasihimu sayang.

Jarak dan waktu seolah tak habis2nya menekan kita. Pencobaan atau kelayakan ujikah yang sedang kita jalani? Atau ini seperti sebuah proses panjang yang harus kita ikuti sebelum akhirnya pertemuan terakhir mempersatukan kita dalam naungan yang lebih suci? Bagaimana cara pandang kita memaknainya sayang, kita sudah lebih dari dewasa menyikapi hal ini.

Aku rindu, kau juga. Rindu yang berjuta2 kali lipat kita timbun setiap waktu. Jenuhkah kau pada ketidak hadiran? Tolong bersabarlah dalam proses ini. Ak tau dan sangat paham. Kehadiran adalah titik puncak kerinduan. Dan lagi-lagi kita harus menekan-nekan rasa untuk sampai pada tahap itu. Sayang bukan perkara mudah. Anggap saja kita seperti terpisah dalam dua kapal di samudera yang luas, pastikan kita tetap bermuara pada satu dermaga yang abadi yang kita komitmenkan dalam hunbungan sederhana ini :)

Aku mengasihimu. Sederhana dan tidak butuh berjuta2 tulisan untuk menjelaskan nya. Kita sudah belajar bahasa nonverbal, bahasa tanpa kata. Seperti itulah pembelajaran dalam perjalanan kita ini. Jangan kalah dengan keadaan, jangan lemah ditikam jarak, jangat mati dihempas waktu. Sebab kita kuat dalam ikatan bermata tali kasih ini.

Aku mengasihimu.
Selamat malam.

Yours :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar