Menangis,
benarkah akan melegakan segala yang menyesakkan?
seperti ini lagi. berlarut. kembali berputar.
sepertinya masih melekat dalam pikiranku.
apa yang tertancap? apa yang bisa dipakai untuk menariknya lagi?
aku menerka, membacanya sendirian lagi.
lalu aku gentar, bingung dalam arena ku sendiri.
pertanda apakah ini?
adakah semua diluar kendaliku?
adakah tekanan terlalu kuat menekanku?
bernafas satu satu.
melangkah tertatih.
namun tetap semampu jiwa berada dalam garis.
lalu berjalan lagi, mengutuki kerikil jalanan
menghina kicauan burung sepanjang jalan.
di mana benang merah?
padaku kah?
padamu kah?
atau pada kenangan belakang yang menghantarkan aku pada hari ini?
lantas pantaskah menyalahkan yang tak terlibat?
kota kembang Desember 2011
pada langit yang ku cinta
dan senja yang ku puja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar