sendiri,
terpojok,
tersudut,
tersungkur raga d keheningan ruang ini
berbisik pada dinding-dinding bata.
selalu,
tak tersampaikan ujaran yang berdesakan.
sosok bayang yang di nanti,
mengenal jiwa
menerka rasa yang mengalir.
kosong,
tiada hujat-hujatan yang saling menyiksa,
hanya rayuan yang menggema, menggelegar
menjalar
mencari tiang tancapan berteduh.
AMBIGU
kota kembang, 09Mei2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar